Kesimpulan dan Penjelasan mengenai pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara
Seletah mempelajari kerangka pembelajaran
yang telah dikembangkan pada fase Ruang Kolaborasi, Refleksi Terbimbing,
Demonstrasi Kontekstual, dan Elaborasi Pemahaman saya dapat menyimpulkan bahwa
pendidikan berdasarkan prinsip bapak Ki Hajar Dewantara adalah pendidikan harus
memerdekakan anak-anak dengan memberi tuntunan agar mereka mencapai keselamatan
dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya, tidak membatasi segelintir orang saja,
melainkan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap individu tanpa
memandang ras, agama, atau status sosial. Bapak Ki Hajar Dewantara memandang
bahwa anak bukanlah kertas putih kosong yang siap ditulisi semau gurunya.namun tumbuh
dengan kodrat keadaannya, kodrat alam dan zamannya. Bapak Ki Hajar Dewantara
juga beranggapan bahwa guru itu seperti petani dan anak didik itu bagaikan
benihnya. Jadi kalau benih diberikan pupuk dan perlakuan yang baik, maka benih
tersebut menjadi benih yang unggul. Juga semboyan beliau tentang pendidikan itu
“ Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani” yang artinya Seorang pemimpin harus mampu
memberikan suri tauladan bagi orang-orang disekitarnya , menumbuhkan
semangat swakarsa bagi para anggota yang dipimpinnya dan mampu mendorong
orang-orang yang dipimpin agar berani berjalan di depan dan sanggup
bertanggungjawab.
.
Refleksi dari Pengetahuan dan Pengalaman baru
Dengan pemahaman dan filosofi dari pemikiran Bapak Ki Hajar Dewantara, reflesi yang akan saya lakukan, saya akan berusaha meningkatkan kemampuan saya dan memodifikasi cara pengajaran dan pola pikir tentang pendidikan sehingga bisa selaras dengan pemikiran Bapak Ki Hajar Dewantara, walau saat ini saya belum bisa sepenuhnya namun bisa memposisikan siswa saya sebagai individu yang unik dan memiliki kemampuan yang berbeda yang berhak mendapatkan kemerdekaan dalam pendidikan. Saya juga terus meningkatkan kompetensi saya, sehingga bisa menjadi teladan nyata baginya
Pengalaman baru yang saya dapat adalah pola pikir tentang siswa dan tujuan dari pendidikan setelah saya mengikuti dan mengerjakan tugas dari mudul ini
Proses Pembelajaran dan Suasana Kelas yang Mencerminkan Pemikiran KH Dewantara secara Konkret sesuai dengan konteks lokal sosial budaya di kelas SMP Negeri 53 Surabaya
Proses pembelajaran yang saya lakukan diantaranya saya juga seringkali berusaha membaiki keaktifan dan minat belajar siswa dalam kondisi apapun. Memberikan kebebasan berpendapat serta berkelompok saat belajar didalam kelas. saya bersama mereka sebisanya selayaknya teman sebaya sehingga mereka merasa nyaman saaat belajar, Mendampingi mereka bila ingin melakukan penelitian , mendengrkan keluh kesah dan gelisahnya bila minat dan semangat belajarnya menurun, utamanya. Terkadang saya memanggil secara khusus siswa saya yang sering mendapat teguran guru lain, mengengarkan alasannya melakukan tindakan yang menyebakan siswa tersebut mendapat teguran. Terkadang tak kenal jam, chatting sekadar menerima curahan hati menyebabkan minat belajarnya menurun.
Di kesempatan lainnya, biasa selesai pembelajaran sekolah, saya memberikan kesempatan siswa yang ingin mengembangkan bakatnya. Saya mendampingi mereka selama satu jam di ruang laboratorium komputer dan juga siswa yang sekadar konsultasi atau meminta pertolongan mengatasi tugas dari guru lain yang berkaitan dengan belajarnya namun belum tau mengatasinya ( upload daya atau share data ).
Saya ini selalu memberikan kebebasan murid berkreasi menyelesaikan tugasnya dan memberikan kelonggaran waktu untruk menuntaskan tugasnya serta memberikan tugas yang berbeda sehingga mereka mampu menyelesaikannya. Siswa tersebut akan bangga dan bahagia karena bisa menuntaskan tugasnya serta merasa layak dengan nilai yang didapatnya. Saya juga akan memberikan pujian secara pribadi dan menuliskan prestasi siswa saya di bloger saya karya siswa.
Pembiasaan yang sesuai konteks lokal sosial budaya di SMP Negeri 53 Surabaya tempat saya mengabdikan diri sebagai pendidik yang selaras dengan pemikiran dan filosofi Bapak Ki Hajar Dewantara adalah pembiasaan dibidang pembentukan akhlaq dan karakter itu sholat dhuha,do'a bersama( umat kristen dan hindu), sholat dhuhur berjamaah, istiqosah, perayaan keagamaan dan bakti sosial. Pembiasaan di karakter itu,berbahasa jawa di hari kamis, 3S dan kegiatan P5, upacara setiap hari Senin dan hari besar Nasional juga memakai baju adat saat perayaan hari Pahlawan dan Peringatan hari Kartini. Memberikan dukungan dan pendampingan siswa yang mengikuti lomba untuk meningkatkan dan mengembangkan prestasinya.
dan saya menilai yang saya lakukan masih belum menyeluruh sesuai pemikiran KHD karena masih banyak yang perlu ditingkatkan. Dan untuk pembiasaan lokal di sekolah saya sudah selaras dengan pemikiran bapak Ki Hajar Dewantara, namun masih perlu peningkatan dan tak boleh berpuas diri karena akan menghambat tujuan untuk Menghasilkan Generasi Emas
Semangat memberikan yang terbaik untuk siswa yang benih-benih pendidikan yang harus di kelola dengan baik oleh sang pendidik
Semoga bermanfaat dari pemikiran tulisan saya, yang dituangkan dalam tulisan kali ini
salam Guru Penggerak "Tergerak, Bergerak dan Menggerakkan Indonesia Maju "
Berikut dokumentasi pembiasaan di SMPN 53 Surabaya















Tidak ada komentar:
Posting Komentar